Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Pemkot Jakbar tindaklanjuti kasus keracunan MBG di SDN Meruya Selatan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-07 16:02:24【Resep】779 orang sudah membaca
PerkenalanPetugas menunjukkan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat akan menindaklanjuti kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Meruya Selatan 01, Kembangan, yang terjadi pada Rabu (29/10).
"Sementara (program MBG di SDN Meruya Selatan 01) dihentikan oleh Sudin Pendidikan, sambil menunggu hasilnya dari sumbernya (hasil penyelidikan sumber keracunan)," kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Dia berpendapat program MBG tentunya punya kekurangan dan kelebihan. Penghentian sementara program MBG merupakan langkah yang diambil untuk pembenahan.
"Kalau saya intinya ya dukung program pemerintah yang pasti. Namanya perjalanan program, ada kurang dan lebihnya. Yang kurang harus diperbaiki untuk ke depan yang lebih baik," kata Uus.
Baca juga: Keracunan menu MBG, Jakbar periksa keterlibatan produk UMKM
Sementara itu, Kepala Sudin Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat, Ali Mukodas, mengangakan, pihaknya akan melibatkan sejumlah pihak untuk pendampingan pelaksanaan MBG di SDN Meruya Selatan 01.
"Nanti kita melakukan pendampingan dari sekolah, untuk meyakinkan dengan melakukan diskusi dengan para pihak, seperti Sudin Pendidikan, Sudin Kesehatan, Kepolisian, Badan Gizi Nasional (BGN) serta orang tua siswa. Ini kasuistik, karena baru pertama kali terjadi di wilayah Jakarta Barat," ujarnya..
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari menjelaskan pihaknya telah melakukan investigasi terhadap pasien yang diduga keracunan, termasuk tindakan pengobatan.
"Kami juga telah melakukan pengambilan sampel makanan, dan dikirim ke Labkesda untuk uji laboratorium. Kami juga telah melakukan kunjungan dan inspeksi ke dapur SPPG bersama tim investigasi," ujarnya.
Baca juga: Dugaan siswa keracunan, BGN setop sementara operasional SPPG Meruya
Baca juga: Siswa diduga keracunan MBG, sekolah di Jakbar jajak pendapat orang tua
Sudin Kesehatan Jakarta Barat dan puskesmas nantinya secara berkala melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan pengolahan makanan siap saji di SPPG.
"Sehingga, diperlukan komitmen dan konsistensi dari SPPG dalam menerapkan higiene sanitas pangan olahan siap saji," kata Erizon.
Suka(1)
Sebelumnya: Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen
Selanjutnya: Kiat menghindari penyakit semasa banjir
Artikel Terkait
- Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
- Mendag beri UKM Pangan Award, dorong daya saing pangan lokal
- Pemkot Makassar
- 3 sumber protein nabati dan manfaatnya bagi tubuh manusia
- Warga Taiwan Berbondong
- 8 restoran terpopuler di Asia Tenggara 2025, ada dari Indonesia
- Prabowo: Penerima MBG 35,4 juta orang, hampir 7 kali populasi Singapura
- Refleksi Hari Pangan Sedunia, "Berilah kami makanan secukupnya"
- BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
- Ammar Zoni tempati sel di Lapas Karanganyar Nusakambangan
Resep Populer
Rekomendasi

Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG

BGN perketat SOP dasar di SPPG menuju nol insiden keamanan pangan MBG

BPKH: Pelaku usaha RI berpeluang garap 30 persen ekosistem haji

Pengelola SPPG sampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan masal

SPPG Polres Grobogan percontohan dapur bergizi berstandar tinggi

Mulut bersih, tenggorokan sehat: ini manfaat kumur dengan air garam

Prabowo: Penerima MBG 35,4 juta orang, hampir 7 kali populasi Singapura

Kemenag: Sertifikat halal dorong kepercayaan konsumen dan daya saing